Pertempuran Stalingrad


Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.

Pertempuran Stalingrad
Bagian dari Front Timur dari Perang Dunia II
German pows stalingrad 1943.jpg
Tentara Jerman digiring ke kamp tawanan Soviet, melewati reruntuhan gudang beras di Stalingrad, Februari 1943
Tanggal 21 Agustus 19422 Februari 1943[1]1
Lokasi Stalingrad, Uni Soviet
Hasil Kemenangan Soviet
Pihak yang terlibat
Flag of Germany 1933.svg Jerman
Flag of Romania.png Rumania
Flag of Italy (1861-1946) crowned.svg Italia
Flag of Hungary 1940.svg Hungaria
Bendera Kroasia Kroasia[2]
Flag of the Soviet Union 1923.svg Uni Soviet
Komandan
Flag of Germany 1933.svg Adolf Hitler
Flag of Germany 1933.svg Friedrich von Paulus #
Flag of Germany 1933.svg Erich von Manstein
Flag of Germany 1933.svg Hermann Hoth
Flag of Romania.png Petre Dumitrescu
Flag of Romania.png Constantin Constantinescu
Flag of Italy (1861-1946) crowned.svg Italo Garibaldi
Flag of Hungary 1940.svg Gusztáv Vitéz Jány
Flag of the Soviet Union 1923.svg Josef Stalin
Flag of the Soviet Union 1923.svg Vasily Chuikov
Flag of the Soviet Union 1923.svg Aleksandr Vasilevsky
Flag of the Soviet Union 1923.svg Georgy Zhukov
Flag of the Soviet Union 1923.svg Semyon Timoshenko
Flag of the Soviet Union 1923.svg Konstantin Rokossovsky
Flag of the Soviet Union 1923.svg Rodion Malinovsky
Flag of the Soviet Union 1923.svg Andrei Yeremenko
Kekuatan
Grup Tentara B:
Tentara Keenam Jerman #
Grup Panser Keempat Jerman
Tentara Ketiga Rumania
Tentara Keempat Rumania
Tentara Kedelapan Italia
Tentara Kedua Hungaria

Rincian:
270.000 orang
3.000 artileri
500 tank
600 pesawat, 1.600 (pertengahan September, Luftflotte 4)[3][4]

Pada saat serangan balik Soviet:
1.011.000 orang
10.250 artileri
675 tank
732 (402 operasional) pesawat[3][5]Rp. 87

Front Stalingrad
Front Barat Daya
Front Don
Rincian:
187.000 orang
2.200 artileri
400 tank
300 pesawat[4]

Pada saat serangan balik Soviet: 1.103.000 orang
15.501 artileri
1.463 tank
1.115 pesawat[3]

Jumlah korban
750,000 terbunuh atau terluka
91.000 tertangkap
Pesawat: 900 (termasuk 274 pengangkut dan 165 bomber digunakan sebagai pesawat angkut)[4]
Total: 841,000 korban
478.741 terbunuh atau hilang
650.878 terluka dan sakit
40.000+ warga sipil terbunuh
4.341 tank
15.728 senjata dan mortir
2.769 pesawat tempur [6]
Total: 1.129.619 korban
1 Pertempuran Stalingrad: Kemenangan Soviet, lebih 11.000 pasukan Poros melanjutkan pertempuran sampai awal Maret 1943.
[sembunyikan]

l • b • s

Front Timur di Perang Dunia II

Latar Belakang

Pada bulan Juni 1942, Tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet, yang disebut Operation Blau (Operasi Biru). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa[9] Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin 1941-1942. Operasi Biru diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Baku, Azerbaijan, dan membuka jalan untuk menguasai ladang-ladang minyak di Timur Tengah. Pasukan penyerbu Jerman dibagi dua kekuatan, Grup Tentara A menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B menuju sungai Volga dan kota Stalingrad.

Pentingnya Stalingrad

Pada mulanya, Tentara Merah Soviet memilih untuk bergerak mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman keteteran dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Akan tetapi kemudian Stalin memerintahkan pasukannya untuk bertahan di Stalingrad, yang secara harfiah berarti “kota Stalin”. Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia). Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar, yang amat dibutuhkan oleh Jerman.

Jalannya pertempuran

Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Fuhrer Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.

Sementara pasukannya terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musin dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.

Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan kepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad.

Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.

Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah dibawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.

Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhan Nazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: